Bleach 276 release on 22th of June 2010
Part 1
Part 2
Alternative
part 1
part 2
Selengkapnya...--> javascript:void(0)


Beritabola.com Durban - Laga perebutan juara grup G antara Brasil kontra Portugal berakhir imbang tanpa gol. Raihan satu angka ini memastikan tim 'Samba' keluar sebagai juara grup.
Dalam pertandingan yang digelar di Durban Stadium, Jumat (25/6/2010) malam WIB, Brasil lebih mendominasi jalannya pertandingan. Menurut statistik Soccernet, Selecao menguasai nyaris 70 persen penguasaan bola.
Brasil juga melepas 19 tendangan dengan lima di antaranya mengarah gawang. Sedangkan Portugal lima kali lebih sedikit dengan tiga di antaranya mengarah gawang.
Meski demikian, hingga peluit akhir berbunyi tidak ada gol yang tercipta. Skor tetap 0-0.
Dengan hasil seri ini, Brasil tampil sebagai juara grup dengan koleksi tujuh angka diikuti Portugal dengan nilai lima. Dan keduanya telah memastikan diri lolos ke babak 16 Besar.
Jalannya Pertandingan
Tensi tinggi pertandingan ini sudah terasa di awal. Brasil mengawali peluangnya lewat Dani Alves di menit kelima yang melepaskan sebuah tendangan keras dari kotak pinalti. Bola masih menyamping.
Dua belas menit berselang, Portugal mendapat kans. Umpan silang Cristiano Ronaldo langsung disambar Tiago. Namun bola masih melambung di atas mistar gawang Brasil.
Brasil yang lebih mendominasi pertandingan kembali mendapat peluang di menit 29. Umpan silan dari sisi kiri langsung disambar Nilmar di tiang jauh. Sayang bola cuma membentur mistar.
Tekanan kembali dilancarkan kubu brasil di menit 38. Maicon melepas crossing dari kanan dan bola ditanduk saja oleh Luis Fabiano sayang si kulit bundar masih melenceng di sisi kiri gawang yang dijaga Eduardo.
Dua menit kemudian, Brasil balik ditekan. Menit 40, Ronaldo menggiring bola sendirian dan dari luar kotak penalti ia melepaskan tendangan kanan. Tapi bola masih mengarah tepat di pelukan Julio Cesar.
Hingga babak pertama usai skor masih 0-0. Dua kubu mempertontonkan pertandingan yang keras terbukti hingga kini sudah tujuh pemain terkena kartu kuning.
Paruh kedua dimulai namun di awal laga permainan kedua tim lebih melambat. Baru di menit 57 Brasil memperoleh kansnya lewat Alves. Ia meliuk-liuk di sudut area penalti Portugal dan mengumpan kea arah gawang tapi bola sundulan Fabiano masih bisa dijinakkan Eduardo.
Portugal tak butuh lama untuk membalas serangan Brasil. Simao Sabrosa yang masuk menggantikan Duda langsung memberikan ancaman di gawang Cesar. Sayang tendangannya masih bisa diblok.
Menit 61, Ronaldo menusuk dari sisi kanan dan berhasil melewati Lucio. Pemain termahal dunia ini mengirim umpan yang sebenarnya matang sayang Raul Meireles yang berdiri di depan gawang gagal menjangkaunya.
Sekitar 10 menit sesudahnya, Lucio mengirim umpang kepada Alves. Pemain yang disebut terakhir lantas bergerak ke arah kotak penalti Portugal dan melepas tendangan keras. Bola masih jauh melayang di atas mistar.
Ronaldo! Simao menyisir sisi kiri lapangan dan mengirim umpan silang ke depan gawang. Sayang, finishing Ronaldo yang menerima bola masih melambung tinggi.
Menit 88, Lucio bisa saja membuat gol. Sayang bola sepak pojok Alves yang ditendang Lucio berhasil ditangkap Eduardo.
Memasuki injury time, Eduardo dibuat kepayahan oleh serangan Brasil. Ramires menggiring bola dan melepas tendangan keras ke arah gawang. Bola masih bisa diantisipasi kiper Portugal.
Skor 0-0 bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain:
Portugal: 1-Eduardo, 2-Bruno Alves, 6-Ricardo Carvalho, 23-Fabio Coentrao, 21-Ricardo Costa 15-Pepe (8-Pedro Mendes 64'), 16-Raul Meireles (14-Miguel Veloso 84'), 16-Tiago, 5-Duda (11-Simao Sabrosa 54'), 7-Cristiano Ronaldo, 10-Danny
Brasil: 1-Julio cesar, 4-Juan, 3-Lucio, 6-Michel Bastos, 2-Maicon, 5-Felipe Melo (17-Josue 45'), 8-Gilberto Silva, 9-Luis Fabiano (23-Grafite 85'), 19-Julio Baptista (18-Ramires 82'), 21-Nilmar, 13-Dani Alves
Selengkapnya...

Beritabola.com Durban - Kepulangan Prancis dan Italia menjadi bukti tak ada lagi istilah 'tim unggulan' di Piala Dunia 2010. Favorit sekalipun bisa saja keok jika tak main bagus.
Setidaknya itulah yang dikatakan pelatih Brasil Dunga merespons tersingkirnya juara bertahan Italia dan finalis Piala Dunia 2006 Prancis. Keduanya menjadi
juru kunci di grup masing-masing dan terpaksa pulang penuh rasa malu karena kalah bersaing walau jadi unggulan.
Italia ditekuk Slovakia 2-3 dalam laga terakhirnya, Kamis (24/6/2010) malam WIB. Fabio Cannavaro dkk harus takluk pada Martin Skrtel dkk, yang baru mencicipi gelaran Piala Dunia untuk pertama kalinya. Hasil ini mengusir mereka dari Afsel setelah dua partai sebelumnya hanya mampu bermain imbang.
Setali tiga uang dengan Italia, Prancis harus tersungkur di babak grup dengan hanya meraih poin satu. Pasukan Raymond Domenech tak berkutik melawan Meksiko
dan Afsel serta hanya mampu meraih imbang kontra Uruguay. Kekisruhan internal tim seolah menjadi pelengkap bencana 'Tim Ayam Jantan'.
"Argentina dan Brasil sudah sering di bawah tekanan. Kami harus berkembang. Lupakan sebutan 'tim unggulan'. Jika tidak bermain baik, maka Anda akan
tereliminasi," beber Dunga di Soccernet.
Bagi mantan pemain tengah Brasil ini, sepakbola sudah memasuki era globalisasi. Para pemain terbaik dari seluruh dunia kini berkumpul di klub-klub terbaik
Eropa. Kenyataan inilah yang membuat negara-negara peserta Piala Dunia menjadi lebih sejajar.
"Sejak lama berkembang sebuah tradisi, di mana tim yang dasarnya kuat bisa tiba-tiba menang. Sementara para pemain yang berada di tim 'lemah' justru berasal dari klub-klub terbaik dunia, seperti Barcelona, Real Madrid dan Chelsea, contohnya Pantai Gading. Oleh karena itu, kami harus selalu waspada," tambahnya.
Tim asuhan Dunga akan melakoni laga terakhirnya di babak grup malam nanti kontra Portugal. Poin enam yang sudah digenggam sudah memastikan Tim Samba lolos ke babak 16 besar.
Selengkapnya...