
Beritabola.com Cape Town - Pelatih Jerman Joachim Loew menilai Spanyol memiliki Lionel Messi yakni pemain yang bisa menjadi penentu permainan. Tidak hanya satu, namun ada beberapa "Messi" di La Furia Roja.
Jerman akan menghadapi Spanyol di babak semifinal Kamis (8/7/2010) dinihari WIB. Bila menilik dari jumlah gol dan permainan, Tim Matador sejauh ini masih belum semantap Die Nationalmannschaft.
Fernando Torres dkk. juga sering dibuat buntu oleh lawan-lawan yang mereka hadapi selama ini. Sementara itu Philipp Lahm cs. dengan nyaman bisa menggilas tim-tim kuat seperti Argentina dan Inggris dengan melesakkan empat gol.
Meski begitu pelatih Jerman Joachim Loew tetap mewaspadai Spanyol dan menganggap mereka sebagai salah satu favorit.
"Sepakbola Spanyol selalu menempatkan pentingnya kemampuan teknik. Permainan passing mereka ibarat sebuah pesta sepakbola. Mereka begitu mudah melakukan hal itu, dan saya menjadikan hal tersebut sebagai acuan," ujar pelatih Jerman Joachim Loew seperti dikutip dari Associated Press.
"Bagi saya, Spanyol merupakan tim favorit juara. Spanyol ibaratnya tidak hanya punya seorang (Lionel) Messi, tapi ada beberapa Messi di sana," tandas suksesor Juergen Klinsmann itu sembari merujuk kepada nama pemain terbaik dunia 2009.
"Spanyol sangat kuat sebagai sebuah unit, baik itu di pertahanan mau pun di barisan penyerang. Mereka memiliki sejumlah pemain yang bisa menjadi penentu permainan," tukas pria yang biasa disapa Jogi itu.
Loew sudah memiliki resep untuk menangkal laju pasukan Vicente del Bosque. "Kami harus berusaha untuk menyerang secara konstan dan memaksimalkan kemampuan kami," ujar dia singkat.
Selengkapnya...
Search This Blog
Tuesday, July 6, 2010
Jelang Jerman vs Spanyol - Ada Banyak 'Messi' di La Furia Roja
Jelang Uruguay vs Belanda - Uruguay, Sang Tamu Tak Diundang

Beritabola.com Cape Town - Meski sudah menyandang status juara dunia dua kali, tidak banyak yang menjagokan Uruguay. Pelatih Oscar Washington Tabarez mengibaratkan timnya sebagai tamu tak diundang.
Uruguay. Negara di Amerika Selatan ini merupakan penyandang dua gelar juara dunia. Jumlah gelar yang sama dengan Argentina dan lebih banyak daripada Inggris. Namun begitu tidak banyak yang menjagokan tim berjuluk La Celeste ini di Piala Dunia 2010. Sementara itu Inggris dan Argentina menjadi tim favorit.
Memang, dua gelar Uruguay didapatkan di zaman yang sudah sangat jadul, tahun 1930 dan 1950. Terakhir kali mereka bisa menggapai semifinal Piala Dunia adalah tahun 1970. Selain itu tidak banyak pemain ternama asal negara yang beribukta di Montevideo itu. Bila disuruh menyebut pemain bintang Uruguay, mungkin hanya nama Diego Forlan yang muncul.
"Kami ibaratnya berada dalam sebuah pesta di mana kami sebenarnya tidak diundang. Namun kami memiliki hak untuk tetap berada di sini. Semua bergantung kepada kami," lugas Tabarez di Reuters sembari mengibaratkan situasi yang tengah dialam timnya.
Kini Uruguay telah berada di semifinal. Forlan dkk menjadi penjaga kehormatan terakhir Amerika Selatan, di mana raksasa macam Brasil dan Argentina sudah rontok terlebih dahulu.
"Mungkin terlalu dini untuk berpikir bahwa Uruguay akan kembali masuk jajaran elit. Namun kami percaya bisa memetik hasil-hasil positif secara situasional," tandas pelatih berjuluk El Maestro itu.
Lawan bagi Uruguay di babak semifinal adalah Belanda, tim yang sedang dalam kondisi yang bagus dan dipenuhi pemain bertalenta.
"Perbedaan kekuatan antara negara maju dan negara dunia ketiga semakin besar sekarang. Beruntung, Uruguay selalu memiliki pemain yang berkualitas meski itu tidak dalam jumlah besar. Di negara lain, mereka selalu kebanjiran pemain berbakat," tukas Tabarez.
"Namun bila kami tidak bermimpi (untuk juara) sekarang dan sementara mereka tetap melakukannya, maka kami tidak akan berada di sini."
"Ya kami sadar bahwa kami tidak memainkan sepakbola yang indah. Namun saya pikir pencapaian kami saat ini bukan hanya sekadar faktor keberuntungan saja," pungkas dia.
Selengkapnya...
Saturday, July 3, 2010
Perempatfinal - Uruguay ke Semifinal Lewat Adu Penalti
Beritabola.com Jakarta - Uruguay berhasil melangkah ke babak semifinal usai mengalahkan Ghana lewat adu penalti dengan skor 4-2 setelah bermain 1-1 di 120 menit waktu laga.
Laga antara Uruguay versus Ghana digelar di Soccer City Stadium,
Sabtu (3/7/2010) dinihari WIB
Ghana mendominasi babak pertama dan berhasil membuka skor lewat gol Sulley Muntari di menit 45, tepat beberapa saat sebelum turun minum. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Akan tetapi, Uruguay akhirnya berhasil membalas di babak kedua. Adalah Diego Forlan yang membuat kedudukan skor berubah menjadi 1-1 di menit 55 melalui tendangan bebas.
Selanjutnya, kedua tim saling berbalas serangan. Namun tidak ada gol tambahan yang terjadi dan laga pun berlanjut ke babak tambahan 2x15 menit yang juga tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Akhirnya babak adu penalti pun digelar. Uruguay tampil sebagai pemenang dengan skor 4-2.
Jalannya Pertandingan
Uruguay membuka peluangnya di menit keenam lewat Egidio Arevalo. Pemain gundul ini melesakkan tendangan keras dari luar kotak penalti namun bola masih terlalu melebar.
Luis Suarez! Di menit 11, ia menggiring bola ke sayap kiri yang lantas membuat sepakan kaki kanan ke arah gawang. Sayang masih terlalu mudah ditangkap Richard Kingson.
Dua menit berselang Uruguay mendapat peluang lagi. Sebuah tendangan bebas Forlan tidak dapat ditangkap sempurna oleh Kingson dan beruntung wasit keburu meniup peluitnya usai Kingson-Suarez terlibat perebutan bola.
Kingson melakukan penyelamatan penting. Sepak pojok Forlan di menit 17 disundul oleh Edinson Cavani namun membentur badan Jonathan Mensah dan mengarah tepat ke tangkapan Kingson.
Suarez membuat Kingson berjibaku. Di menit 25, ia berhasil melepas tendangan keras dan lagi-lagi bisa diselamatkn oleh Kingson.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Ghana berhasil membuat dua ancaman yang nyaris berbuah gol. Sayang tandukan Isaac Vorsah dan tendangan Asamoah Gyan tipis saja melebar di kiri gawang Fernando Muslera.
Menit 34, Muslera menyelamatkan gawangnya. Kevin-Prince Boateng mengirim umpan kepada Gyan namun umpannya terlalu panjang.
Muntari melahirkan ancaman lain dari Ghana. Bola yang datang ke tiang jauh gawang lawan, Muntari menerimanya dengan sundulan tapi mas melebar ke kiri gawang Muslera.
Bombardir serangan Ghana akhirnya melahirkan sebuah gol di menit 45, tepat beberapa saat sebelum turun minum. Muntari melepas sebuah tembakan keras yang membentur lapangan dan sukses meluncur ke gawang Uruguay tanpa bisa dijangkau Muslera. Ghana memimpin 1-0 hingga jeda.
Uruguay langsung menekan begitu babak kedua baru berusia dua menit. Cavani mendapat tekel dari Vorsah di kotak penalti namun wasit menyatakan itu bukan pelanggaran.
Gol! Uruguay menyamakan skor berkat Forlan di menit 55. Lewat sebuah tendangan bebas, Forlan menyepak bola ke arah kiri gawang Ghana dan Kingson salah langkah sehingga gagal menjangkau bola.
Kurang dari 10 menit kemudian, Uruguay bikin pertahanan Ghana cukup kedodoran. Dua buah serangannya dari Cavani dan Suarez nyaris saja merobek gawang Kingson.
Suarez! Fucile mengoper bola di kotak penalti kepada Suarez dan diteruskan dengan sepakan keras dari kiri lapangan Ghana di menit 70. Sayang bola sepakan Suarez bisa ditepis Kingson.
Bad pass Mauricio Victorino hampir saja berakibat fatal buat timnya. Menit 72 Bola lantas yang mengenai Gyan disambar saja oleh pemain itu lalu diteruskannya menjadi tendangan keras yang masih bisa ditangkap Muslera.
Peluang lain diperoleh Suarez enam menit berselang. Berawal dari umpan Forlan di kotak penalti disambut oleh sundulan Suarez. Sial bagi dia, bola masih menyamping.
Tiga menit kemudian, Uruguay membuang sebuah peluang emas. Maximiliano Pareira mendapat bola dan menggiringnya mendekati kotak penalti lantas melepas tembakan. Bola melebar jauh. Padahal gol bisa saja lahir karena dua pemain Uruguay lain berada di posisi yang lebih menguntungkan dari Pareira.
Skor 1-1 bertahan hingga bubar. Dan pertandingan berlanjut ke babak extra time.
Babak Extra Time
Ghana mendapat peluang pertamanya di babak ini. Baru lima menit berjalan Kwadwo Asamoah melepas tendangan keras dari luar kota penalti dan hasilnya masih jauh melebar.
Menit 97, Arevalo bikin kesalahan yang bisa saja membuat Ghana balik memimpin. Ia kehilangan penguasaan bola yang disambar Gyan. Untunglah ada Andre Scotti.
Nicolas Lodeiro mendapat peluang di menit 103. Dia yang berada di belakang para bek Ghana melepas tembakan datar. Kingson tampil prima dan kembali menggagalkan tembakan itu.
Gyan! Stephan Appiah mengumpan kepada Gyan yang diteruskannya dengan tandukan di menit 109. Bola melambung jauh ke atas mistar Muslera.
Empat menit berselang, Gyan mengancam lagi. Ia mendapat umpan lambung tetap bola gagal diamankan dengan baik oleh Scotti. Bola bergulir ke arah gawang dan bisa diamankan oleh Fucile.
Boateng! Menit 118, ia membuat tandukan yang tipis saja melambung di atas gawang Muslera. Semenit kemudian, Boateng mengancam lewat tendangan lambungnya.
Menjelang babak ekstra time, kemelut gawang terjadi di gawang Uruguay. Suarez di kartu merah karena memblok tendangan pemain lawan dengan tanganya di bawah mistar gawang.
Ghana dihadiahi penalti dan Gyan tampil sebagai eksekutor. Sayangnya, sepakan Gyan hanya membentur mistar gawang Muslera dan skor 1-1 berakhir hingga babak ini selesai. Laga dilanjutkan dengan adu penalti.
Adu Penalti
Babak adu penalti ini diawali dengan Uruguay dengan Forlan sebagai algojo pertamanya. Masuk! Tendangan Forlan mengecoh Kingson. 1-0 Uruguay memimpin
Ghana menyamakan skor 1-1 oleh Gyan. Tendangannya masuk ke sudut kiri atas gawang Muslera.
Victorino berhasil mengerjakan tugasnya. Bola bersarang di sudut kanan atas Kingson. 2-1 Uruguay
2-2 kedudukan sama berkat Appiah. Sepakannya bersarang di kiri atas gawang Uruguay.
Scotti untuk Uruguay 3-2. Kingson yang terlanjur menjatuhkan diri ke kanan gagal padahal bola di arahkan ke kiri.
Mensah untuk Ghana gagal. Arah bola ditebak oleh Muslera dan berhasil di blok Uruguay masih memimpin 3-2.
Pareira untuk Uruguay gagal. Sepakannya melambung dan skor masih sama 3-2.
Ghana gagal. Muslera sukses memblok bola yang diarahkan Adiyah di kiri bawah.
Masuk! Abreu membuat kedudukan 4-2 sekaligus membawa Uruguay menembus semifinal.
Susunan Pemain:
Uruguay: 1-Fernando Muslera, 6-Mauricio Victorino,2-Diego Lugano (19-Andres Scotti 37'), 4-Jorge Fucile, 16-Maxi Pereira, 17-Egidio Arevalo, 15-Diego Perez, 9-Luis Suarez, 10-Diego Forlan, 20-Alvaro Fernandez (14-Nicolas Lodeiro 45'), 7-Edinson Cavani (13-Sebastian Abreu 75')
Ghana: 22-Richard Kingson, 5-John Mensah, 15-Isaac Vorsah, 2-hans Sarpei, 4-John Pantsil, 23-Kevin-Prince Boateng, 6-Anthony Annan, 3-Asamoah Gyan, 21-Kwadwo Asamoah, 11-Sulley Muntari (18-Dominic Adiyah 88'), 7-Samuel Inkoom (10-Stephen Appiah 74') Selengkapnya...
Perempatfinal - Tekuk Brasil, Belanda ke Semifinal
Beritabola.com Port Elizabeth - Belanda berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan Belanda di babak perempatfinal dengan skor 2-1. Laga ini diwarnai satu kartu merah untuk Felipe Melo.
Brasil terlebih dahulu memimpin lewat Robinho di menit kesepuluh. Belanda mencetak gol penyama usai Felipe Melo melakukan bunuh diri di menit ke-53.
Bintang Oranje Wesley Sneijder memastikan kemenangan Negeri Kincir Angin berkat golnya di menit ke-68.
Jalannya Pertandingan
Laga antara Brasil kontra Belanda digelar di Nelson Mandela Bay, Jumat (2/7/2010) malam WIB. Sebelum pertandingan kapten kedua tim membacakan pernyataan anti diskriminasi dan anti rasisme.
Pertandingan berlangsung seru begitu wasit . Kedua tim langsung saling melancarkan tekanan ke pertahanan lawan masing-masing.
Menit ketujuh Brasil mencetak gol melalui Robinho yang menerima umpan dari Dani Alves. Namun wasit kemudian mangeanulir gol tersebut akibat Alves terlebih dahulu offside.
Brasil membuka skor di menit kesepuluh melalui Robinho. Gol ini diawali dari umpan terobosan yang dilepas dari daerah sendiri oleh Felipe Melo. Robinho yang tidak terkawal berhasil menaklukkan Maarten Stekelenburg dengan tendangan sekali sentuh. 1-0 Samba unggul.
Semenit berselang, upaya Belanda lewat sepakan Wesley Sneijder masih bisa ditepis Julio Cesar.
Tendangan bebas Robin Van Persie di menit ke-17 masih melambung di atas gawang Julio Cesar.
Belanda terus berusaha mengejar ketinggalan. Namun upaya yang dilakukan pasukan Oranje beberapa kali kandas oleh barisan belakang Brasil.
Juan! 24 menit pertandingan berjalan, bek Brasil ini hampir saja menambah keunggulan timnya. Peluang ini diawali dari Dani Alves yang berdiri di sayap kanan, sukses mengecoh Dirk Kuyt. Selanjutnya Alves melepas umpa nke kotak penalti. Juan menyambut dengan tendangan yang masih melambung di atas gawang Stalekenburg.
Lima menit berselang, Belanda menekan lewat serangan balik. Umpan jauh Sneijder diterima Van Persie yang menembus lewat sisi kanan. Selanjutnya pemain Arsenal itu memberikan bola kepada Robben. Nama terakhir melepaskan tembakan yang masih membentur pemain belakang Brasil.
Kaka! Setengah jam usia laga, kerjasama Robinho, Luis Fabiano, dan diakhiri eksekusi Kaka memaksa Stakelenburg berjibaku menyelamatkan gawangnya.
Berawal dari pergerakan Robinho di sebelah kiri, pemain yang pernah berseragam Real Madrid ini berhasil melewati kawalan dua pemain Belanda. Selanjutnya Robinho melepas bola ke tengah. Jabulani diteruskan oleh Fabiano kepada Kaka yang kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis Stakelenburg.
Upaya wakil Eropa menyamakan skor kembali kandas. Kali ini tendangan bebas Sneijder di menit ke-35 tepat di tangkapan Julio Cesar.
Peluang terakhir di babak pertama jadi milik Brasil. Menerima umpan Dani Alves, Maicon yang menusuk lewat sebelah kiri kotak penalti melepaskan tembakan yang masih gagal menembus sasaran.
Belanda mencetak gol penyama di menit ke-52 melalui gol bunuh diri Felipe Melo. Gol ini berawal dari bola lambung yang dilepas Sneijder dari sayap kanan. Cesar mencoba bergerak maju menyambut bola bertabrakan dengan Felipe Melo. Bola yang sempat membentur badan Melo pun menembus gawang Brasil. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Kaka! Kesalahan Andre ooijer membuat bola jatuh ke Kaka. Selanjutnya pemain Real Madrid itu melepaskan tembakan yang masih menyamping dari sasaran.
Gol! Menit ke-67 Belanda berbalik unggul lewat tandukan Wesley Sneijder. Gol ini berawal dari situasi sepak pojok. Bola corner Arjen Robben diteruskan Dirk Kuyt ke Sneijder. Tidak mendapatkan kawalan berarti, pemain bernomor punggung sepuluh itu menanduk bola untuk menjebol gawang Julio Cesar.
Brasil harus bermain sepuluh orang usai Felipe Melo menerima kartu merah di menit ke-73 usai melanggar Arjen Robben.
Laga selanjutnya berlangsung panas. Robinho terlihat berang dan marah-marah kepada Arjen Robben, setelah pemain Belanda itu dinilai bereaksi berlebihan setelah dijatuhkan oleh Dani Alves.
Lucio! Sepuluh menit menuju bubaran, sepakan bek Brasil ini dalam situasi sepak pojok masih membentur pemain Belanda dan berbuah corner. Tendangan sudut kedua yang diambil Maicon mengarah ke gawang Belanda. Bola gagal dijangkau Stekelenberg namun masih bisa dihalau Dirk Kuyt.
Tujuh menit sebelum bubaran, umpan Sneijder ke kotak penalti diterima Van Der Vaart. Selanjutnya pemain Arsenal itu mengalami kesulitan melewati pengawalan pemain Brasil. Bola kemudian disambar oleh Kuyt. Namun upaya tim Negeri Kincir Angin masih bisa dikandaskan Cesar.
Belanda kembali menyerbu. Huntelaar sukses menembus pertahanan Belanda. Namun memasuki kotak penalti pemain AC Milan itu gagal melewati hadangan pemain belakang Brasil.
Susunan Pemain
Belanda: 1-Maarten Stekelenburg; 13-Andre Ooijer, 3-John Heitinga, 5-Giovanni Van Bronckhorst, 2-Gregory Van Der Wiel, 8-Nigel De Jong, 6-Mark Van Bommel, 10-Wesley Sneijder, 7-Dirk Kuyt, 11-Arjen Robben, 9-Robin Van Persie (21-Huntelaar 84')
Brasil: 1-Julio Cesar, 4-Juan, 3-Lucio, 6-Michel Bastos (16-Gilberto Melo 61'), 2-Maicon, 5-Felipe Melo, 8-Gilberto Silva, 10-Kaka, 11-Robinho, 13-Dani Alves, 9-Luis Fabiano (21-Nilmar 76') (dtc/nar)
Selengkapnya...